Prestasi Jajaran Kesehatan
Kegiatan
Tentang Puskesmas


Statistik
Pengunjung :274128 Org
Hits : 843212 hits
Bulan : 1539 User
Hari ini : 53 User
Online : 3 User
.:: TERWUJUDNYA MASYARAKAT WONOGIRI SEHAT DAN MANDIRI::.
Artikel Bebas
Image content

   SEBUAH RENUNGAN TENTANG :

PROFESIONALISSME BIDAN

Oleh: S.Bayu Basuki,A.Mkeb.S.Sos.MM.

      Profesionalissme berarti memiliki sifat professional/ ahli. Secara populer seorang pekerja apapun sering dikatakan professional. Seorang professional dalam bahasa keseharian adalah seorang pekerja yang trampil atau cakap dalam kerjanya biarpun ketrampilan tersebut  produk dari fungsi minat dan belajar dari kebiasaan. Benarkah seseorang yang bekerja dengan trampil dalam jenis pekerjaan apapun dapat dikatakan sebagai pekerja yang profesional..?, bagaimana dengan pekerjaan dibidang kebidanan...? satu demi satu akan kita bahas dalam uraian berikut ini.

A.            PROFESSIONAL.

C.V.Good.(dalam makalah Harni Kusno)  menjelaskan bahwa pekerjaan yang berkualifikasi professinal memiliki ciri-ciri tertentu yaitu: memerlukan persiapan dan pendidikan kusus bagi calon pelakunya, memerlukan pemenuhan persyaratan yang telah ditentukan oleh pihak yang berwenang ( Pemerintah, organisasi profesi ) serta jabatan professinal tersebut mendapat pengakuan dan Pemerintah dan masyarakat.

Demikian pula pendapat Scum.E.H.(dalam makalah Ma’arif Husen) menyebutkan bahwa karakteristik professional adalah :

1.        Berbeda dengan amatir, terikat pekerjaan seumur hidup yang merupakan sumber penghasilan utama.

2.        Mempunyai pilihan kuat untuk  pemilihan karir profesinya dan mempunyai komitmen seumur hidup yang mantap terhadap karirnya.

3.        Mempunyai kelompok ilmu pengetahuan dan ketrampilan khusus melalui pendidikan dan pelatihan yang lama.

4.        Mengambil keputusan demi kliennya berdasarkan prinsip-prinsip dan teori.

5.        Berorientasi pada pelayanan yang menggunakan keahlian demi kebutuhan khusus klien.

6.        Pelayanan yang diberikan pada klien berdasarkan kebutuhan klien.

7.        Mempunyai otonomi dalam mempertahankan tindakan.

8.        Membuat perkumplan untuk profesi.

9.        Mempunyai kekuatan dan status dalam bidang keahliannya dan pengetahuan mereka dianggap khusus.

10.Dalam memberikan pelayanan tidak bolih advertensi dalam mencari  Klien.

Dari uraian diatas, pekerjaan dibidang kebidanan adalah jabatan professional, karena :

1.        Disiapkan melalui pendidikan agar lulusannya dapat mengerjakan pekerjaan yang menjadi tanggungjawabnya.

2.        Dalam menjalankan tugasnya bidan mempunyai kode etik dan etika kebidanan.

3.        Bidan memiliki kelompok pengetahuan yang jelas dalam menjalankan profesinya.

4.        Memiliki kewenangan dalam menjalankan tugasnya.

5.        Memiliki organisasi profesi.

6.        Memiliki karakteristik khusus, dikenal dan dibutuhkan masyarakat.

7.        Menjadikan pekerjaan bidan sebagai sumber utama kehidupan.

B.            BIDAN.

Bidan merupakan profesi yang diakui secara nasional maupun internasional. Pengertian bidan dan bidang praktrknya telah diakui oleh International Confederation Midwives ( ICM ) dan International Federation of Gynaecologust  dan Obstetrion ( FIGO ) serta World Health Organitation ( WHO ).

Secara lengkap pengertian bidan adalah sebagai berikut :

Bidan adalah seseorang yang telah menyelesaikan program pendidikan yang diakui oleh negara serta memperolih kualifikasi dan diberi ijin untuk menjalankan praktek kebidanan dinegeri itu. Bidan harus mampu memberikan supervisi, asuhan dan nasehat yang dibutuhkan kepada wanita pada masa hamil, persalinan, pasca persalinan, memimpin persalinan atas tanggungjawabnya sendiri serta asuhan pada bayi baru lahir dan anak.

Asuhan yang dimaksud termasuk tindakan preventif, pendeteksian kondisi abnormal pada ibu dan bayi serta mengupanyakan bantuan medis, melakukan tindakan pertolongan gawatdarurat pada saat tidak hadirnya tenaga medik lainnya.

Bidan mempunyai tugas penting dalam konsultasi dan pedidikan kesehatan, tidak hanya untuk wanita hamil, bersalin dan pasca pesalinan saja tetapi juga untuk keluarga dan komunitasnya. Pendidikan yang dimaksud mencakup pendidikan untuk kesehatan yang berhubungan dengan kehamilan, persalinan, persiapan menjadi orang tua, keluarga berencana, kesehatan bayi dan anak.

Bidan bisa praktek di Rumah Sakit, Klinik, Unit kesehatan, Rumah- rumah perawatan dan fasilitas kesehatan lainnya.

( Definisi bidan di Indonesia dibatasi bahwa  bidan adalah seorang perempuan ).

C. UPAYA YANG DILAKUKAN UNTUK MENCAPAI BIDAN YANG PROFESSONAL.

Bidan yang professional merupakan idaman bagi seluruh perempuan yang sudah terlanjur menjadi bidan.

Berbagai upaya dapat dilakukan, antara lain dengan cara ;

1.        Memperkuat organisasi profesi.

Mengupayakan agar organisasi profesi bidan / Ikatan Bidan   (IBI) dapat terus melaksanakan kegiatan organisasi sesuai dengan :

-          Pedoman Organisasi.

-          Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.

-          Standar Profesi ( Standar Organisasi, Standar pendidikan berkelanjutan, Standar kompetensi, Standar pelayanan, Kode etik dan Etika kebidanan ).

2.        Meningkatkan kualitas pendidikan bidan.

Melalui berbagai jalur pendidikan, baik secara formal maupun non formal.

Secara formal, rencana pendidikan bidan Harni Kusno dlm  makalah Profesionalme Bidan menyongsong Era Global, sebagai berikut :

-          Pendidikan saat ini ( D III Kebidanan, D IV Bidan Pendidik ).

-          Rencana pendidikan bidan kedepan ( S1 Kebidanan, S2 Kebidanan dan S3 Kebidanan ).

Secara non formal, dapat dengan cara :

-          Pelatihan- pelatihan untuk mencapai kompetensi bidan ( LSS,

APN, APK, dll ).

-          Seminar – seminar, lokakarya dll.

3.        Meningkatkan kualitas pelayanan bidan.

Bidan berada pada setiap tatanan pelayanan termasuk adanya bidan praktek mandiri/ bidan praktek swasta ( BPS ). Peningkatan kualitas pelayanan bidan adalah dengan cara :

-          Fokus pelayanan kepada ibu/ perempuan dan bayi baru lahir.

-          Upaya peningkatan kualitas pelayanan dilaksanakan melalui pelatihan klinik dan non klinik, serta penerapan model sebagai contoh : Bidan Delima, Bidan Keluarga, Sistem Pengembangan Manajemen Kinerja Klinik/ SPMKK.

-          Kebijakan dalam pelayanan kebidanan antara lain : Kep.Menkes no. 900 tahun 2002 tentang Kewenangan Bidan, Kep.Menkes no 369/ 2007 tentang Standar Profesi Bidan, Jabatan Fungsional Bidan, Tunjangan Jabatan Fungsional Bidan.

4.        Peningkatan Kualitas Personal Bidan.

Peningkatan kualitas personal dan universal kebidanan sudah dimulai sejak  dalam proses pendidikan  bidan, setiap calon bidan sudah diwajibkan untuk mengenal, mengetahui, memahami tentang peran, fungsi dan tugas bidan. Setiap bidan harus dapat mencapai kompetensi profesional, kompetensi personal dan universal, dengan ciri-ciri sebagai berikut :

-          Sadar tentang pentingnya ilmu pengetahuan / iptek, merasa bahwa proses belajar tidak pernah selesai, belajar sepanjang hayat/ life long learning dalam dunia yang serba berubah dengan cepat.

-          Kreatif, disertai dengan sikap bertanggungjawab dan mandiri. Bidan kreatif yang bertanggungjawab dan mandiri akan memiliki harga diri dan kepercayaan diri sehingga memumgkinkan untuk berprakarsa dan bersaing secara sehat.

-          Beretika dan solidaristik.

Bidan yang beretika dan solidaristik, dalam setiap tindakannya akan selalu berpedoman pada moral etis, berpegang pada prinsip keadilan yang hakekatnya berarti memberikan kepada siapa saja apa yang menjadi haknya / bersifat tenggangrasa.

C.            PERMASALAHAN YANG DIHADAPI SAAT INI.

Seiring dengan bertambahnya kebutuhan tenaga bidan yang dirasakan oleh Pemerintah dan Masyarakat, seiring dengan betambahnya jumlah bidan, serta kepercayaan Pemerintah dan Masyarakat terhadap bidan  dalam upaya- upaya untuk menurunkan Angka Kematian Ibu - Bayi ( AKI – AKB ) dan  meningkatkan derajat kesehatan masyarakat , sangat diperlukan bidan- bidan yang professional.

Permasalahan inilah yang menjadi bahan renungan dan pertanyaan untuk diri setiap bidan, sudahkah kita ikut berproses dalam upaya untuk mencapai sebutan bidan yang professional?

D.            RANGKUMAN.

Bidan yang professional adalah bidan yang kompeten, ahli dalam bidangnya, dinamis, kreatif – inovatif , beretika dan mempunyai rasa solidaritas yang tinggi. Merupakan proses perjuangan yang harus terus menerus dihidupkan bagi setiap diri bidan bersama organisasi profesinya untuk dapat mencapai sebutan  bidan yang profissional .       

  

DAFTAR BACAAN

Harni , Pengurus Pusat Ikatan Bidan Indonesia, Mutu Pelayanan Bidan Praktek Swasta / BPS dalam Mengantisipasi Era Globalisasi, 2000.

Harni, Pengurus Pusat Ikatan Bidan Indonesia, Professionalisme Bidan Menyongsong Era Global, 2005.

 

 

 

  

 

  

 

[ Lihat Gambar ]
| dibaca 20627 kali | // : WIB
Total Content : -
Halaman